Kegiatan Akhir Tahun

Posted by admin | Posted in Website | Posted on 24-05-2011

Diberitahukan kepada seluruh wali murid TK Aisyiyah 2 Cepu bahwa pada :

Hari/Tanggal  : Sabtu, 28 Mei 2011

Waktu                : 07.30 – 12.00 WIB

Acara                : Panggung Gembira

Tempat            :  Mega Bintang Sweet Hotel.

Untuk wali murid bisa mengajak keluarga pada acara tersebut.

Kegiatan akhir semester 1

Posted by admin | Posted in Website | Posted on 27-12-2010

Tgl 8 Desember 2010 : Lomba guru berprestasi PCA Cabang Cepu.

Tgl 17 Desember 2010 : Menyambut hari Ibu tgl 22 Desember lomba menggambar “Bagimu Ibu” Sponsor Wings.

Tgl 18 Desember 2010 : Sebagian guru mewakili kab Blora lomba menari kreasi baru dan bercerita (khusus TK Islam)

Tgl 18 Desember 2010 : PG dan TK lomba “aku bisa menyanyi” bersama Pak Heru.  Pemenangnya Bima, Brian, Vidya dan Siva.

KURIKULUM TK

Posted by admin | Posted in Kurikulum | Posted on 26-07-2010

Pengertian

  • Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
  • PP 19: KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan
  • Tingkat satuan pendidikan à TK, SD, SMP, SMA
  • Kurikulum disusun oleh setiap satuan pendidikan disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah dan sekolah

UUSPN Pasal 36

Ayat 1:

  • Pengembangan Kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (UUSPN pasal 36 ayat 1)

Standar nasional pendidikan

  • Standar nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum NKRI (bab I pasal 1 ayat 1 PP 19 th.2005)

Standar Nasional Pendidikan
PP no 19 tahun 2005 meliputi:

  • standar isi
  • standar proses
  • standar kompetensi lulusan
  • standar pendidik dan tenaga kependidikan
  • standar sarana dan prasarana
  • standar pengelolaan
  • standar pembiayaan
  • standar penilaian pendidikan

Hubungan standar dengan kurikulum

  • Standar digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum
  • Standar bersifat nasional, harus diikuti oleh satuan pendidikan tersebut
  • Kurikulum dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan, pada tingkat nasional merupakan suatu model atau contoh yang dapat dipilih

Pengembangan standar pendidikan Anak Usia Dini

  • Standar kompetensi AUD dibuat berdasarkan tahapan usia anak, sehingga standar ini dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kurikulum/program pembelajaran
  • Pencapaian standar kompetensi/perkembangan sesuai dengan tingkatan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuaai dengan umurnya à TK: usia 4-6 tahun

UUSPN Pasal 36

Ayat 2:

Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik (UUSPN pasal 36 ayat 2)

Perlu melakukan analisis konteks yang merupakan kajian terhadap kebutuhan saat ini dan masa depan, kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan tantangan yang ada di sekitar sekolah/TKà mencakup antara lain:

  • Kondisi lingkungan sekitar
  • Peserta didik
  • Pendidik
  • Tenaga kependidikan lain
  • Sarana prasarana
  • Biaya
  • Program-program

Penyusun Kurikulum/program pembelajaran di TK

  • Kurikulum disusun bersama-sama oleh semua warga yang ada di sekolah/TK dengan melibatkan komite, nara sumber dan pihak lain yang terkait

Format Kurikulum/program pembelajaran di TK

Format kurikulum di TK dapat dikembangkan menjadi 2 dokumen yang mencakup:

  1. Dokumen I: berisi antara lain profil satuan pendidikan, tujuan pendidikan, visi, misi, struktur dan muatan kurikulum, aspek perkembnagan, kalender pendidikan
  2. Dokumen II: berisi perencanaan pembelajaran: program tahunan, semester, mingguan, harian dan penilaian

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
  2. Beragam dan terpadu
  3. Tanggap terhadap perkembnagan ilmu pengethauan, teknologi dan seni
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan
  6. Belajar sepanjang hayat
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Karakteristik Kurikulum/program pembelajaran di TK

  • Kurikulum disusun berdasarkan tahap perkembangaan anak
  • Kurikulum dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan karakteristik layanan PAUD
  • Kurikulum dilaksanakan berdasarkan prinsip bermain sambil belajar, memperhatikan perbedaan bakat, minat, dan kemampuan setiap anak, sosial budaya, kondisi dan kebutuhan masyarakat
  • Kurikulum dilaksanakan dengan mengintegrasikan kebutuhan anak terhadap kesehatan, gizi dan stimulasi psikososial

PENGEMBANGAN KURIKULUM/PROGRAM KEGIATAN PAUD

Posted by admin | Posted in Kurikulum | Posted on 26-07-2010

Yuke Indrati

yindrati@yahoo.com

LANDASAN PENGEMBANGAN

1. Landasan filosofis: Pancasila àpembentukan pribadi peserta didik ke arah manusia Pancasilais

2. Landasan Yuridis:
UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

3. Landasan Teoritis a.l. Piaget, Vygotsky, Montessori

4. Landasan Empirikà analisis kurikulum, penelitian dan pemantauan terhadap kurikulum yang ada

Pengertian PAUD

Pendidikan anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. (Bab I Ketentuan umum UU SPN No. 20  Tahun 2003)

n       Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar.

n       Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur formal, non formal dan/atau informal.

n       Catatan:

n       Pendidikan nonformal berfungsi sebagai pengganti, penambah dan/atau pelengkap pendidikan formal.

n       Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.

n       Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak, Raudatul Athfal atau bentuk lain yang sederajat

n       Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, atau bentuk lain yang sederajat

n       Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan

HAKEKAT PAUD

Upaya stimulasi, bimbingan, asuhan, dan pemberian kegiatan pembelajaran untuk. Membantu mengembangkan seluruh potensi anak à fisik, bahasa, kognitif, sosial, emosional, moral dan nilai-nilai agama, seni TK

n       Merupakan layanan pendidikan bagi anak usia 4-6 tahun

n       berfungsi untuk membantu meletakkan dasar-dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya

Pengembangan Kurikulum

UUSPN Pasal 36

Ayat 1:

n       Pengembangan Kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (UUSPN pasal 36 ayat 1)

Standar nasional pendidikan

n       Standar nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum NKRI (bab I pasal 1 ayat 1 PP 19 th.2005)

Standar Nasional Pendidikan
PP no 19 tahun 2005

n       meliputi:

n       standar isi

n       standar proses

n       standar kompetensi lulusan

n       standar pendidik dan tenaga kependidikan

n       standar sarana dan prasarana

n       standar pengelolaan

n       standar pembiayaan

n       standar penilaian pendidikan

Hubungan standar dengan kurikulum

n       Standar digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum

n       Standar bersifat nasional, harus diikuti oleh satuan pendidikan tersebut

n       Kurikulum dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan, pada tingkat nasional merupakan suatu model atau contoh yang dapat dipilih

Pengertian

n       Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu

Pengembangan Standar Pendidikan Anak Usia Dini

n       Standar kompetensi AUD dibuat berdasarkan tahapan usia anak, sehingga standar ini dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kurikulum/program pembelajaran

n       Pencapaian standar kompetensi/perkembangan sesuai dengan tingkatan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan umurnya à TK: usia 4-6 tahun

UUSPN Pasal 36

Ayat 2:

n       Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik (UUSPN pasal 36 ayat 2)

Penyusun Kurikulum/program pembelajaran di TK

n       Kurikulum disusun bersama-sama oleh semua warga yang ada di sekolah/TK dengan melibatkan komite, nara sumber dan pihak lain yang terkait

Ruang Lingkup Kurikulum/program Kegiatan

Ruang lingkup Kurikulum/Program Kegiatan mencakup:

n       Perencanaan

n       Pelaksanaan/proses

n       penilaian

Tahap perencanaan

n       Perencanaan merupakan kegiatan awal yang merupakan tahap persiapan yang bertujuan merencanakan, mengatur tentang tujuan, isi, bahan/materi pembelajaran, serta cara yang digunakan

n       Acuan yang digunakan dalam menyusun perencanaan adalah standar nasional

Perlu melakukan analisis konteks yang merupakan kajian terhadap kebutuhan saat ini dan masa depan, kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan tantangan yang ada di sekitar sekolah/TKà mencakup antara lain:

n       Kondisi lingkungan sekitar

n       peserta didik

n       Pendidik

n       Tenaga kependidikan lain

n       Sarana prasarana

n       Biaya

n       Program-program

Format Kurikulum/program pembelajaran di TK

Format kurikulum di TK dapat dikembangkan menjadi 2 dokumen yang mencakup:

n       Dokumen I: berisi antara lain profil satuan pendidikan, tujuan pendidikan, visi, misi, struktur dan muatan kurikulum, aspek perkembnagan, kalender pendidikan

n       Dokumen II: berisi perencanaan pembelajaran: program tahunan, semester, mingguan, harian dan penilaian

Karakteristik Kurikulum/program pembelajaran di TK

n       Mendorong pencapaian/optimalisasi tahap perkembangaan anak

n       Menggambarkan karakteristik layanan PAUD

n       Mendorong pengembangan berbagai kecakapan hidup

n       dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip pelaksanaan kegiatan di TK

n       Menggambarkan pencapaian perkembangan anak

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum

n       Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

n       Beragam dan terpadu

n       Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

n       Relevan dengan kebutuhan kehidupan

n       Menyeluruh dan berkesinambungan

n       Belajar sepanjang hayat

n       Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Tahap pelaksanaan

Dalam melaksanakan kegiatan perlu memperhatikan:

n       Prinsip pelaksanaan kegiatan

n       Bentuk pelaksanaan kegiatan

Prinsip pelaksanaan Kegiatan

n       Berorintasi pada perkembangan anak

n       Berorientasi pada kebutuhan anak

n       Bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain

n       Lingkungan yang kondusif

n       Menggunakan pembelajaran terpadu

n       Dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang

n       Proses yang aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan

n       dilaksanakan dengan mengintegrasikan kebutuhan anak terhadap kesehatan, gizi dan stimulasi psikososial

n       Menggunakan berbagai sarana/bahan/ alat dan sumber belajar yang beragam

n       Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi

Bentuk kegiatan

Pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan dalam bentuk:

n       Kegiatan Terprogram

n       Kegiatan rutin

n       Kegiatan spontan

n       Teladan/contoh

Kegiatan Terprogram

Adalah kegiatan yang dilakukan dengan perencanaan guru atau diprogramkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi anak melalui kegiatan yang sengaja dipersiapkan karena memerlukan cara,metode atau sarana yang khusus. Misalnya kegiatan pengenalan angka, huruf.

KEGIATAN SPONTAN

Adalah kegiatan yang dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik lainnya.

n       mengatasi silang pendapat (pertengkaran) yang terjadi

n       Memperbaiki tingkah laku anak yang kurang baik

KEGIATAN RUTIN

Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler.Baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik.

n       Upacara

n       Senam

n       Berdoa sebelum/sesudah melakukan kegiatan

n       Pemeriksaan kesehatan

n       Pergi ke perpustakaan

n       Dll

KEGIATAN TELADAN

Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh kepada anak. Antara lain:

n       Memberi contoh berpakaian rapi

n       Memberi contoh menjaga kebersihan lingkungan/ membuang sampah pada tempatnya

n       Memberi contoh datang tepat waktu

n       Membiasakan berbicara dengan baik

Tahap Penilaian

  • Dilakukan oleh  Guru untuk mengetahui tingkat perkembangan anak, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar
  • dilakukan melalui berbagai cara. a.l. melalui Portfolio (kumpulan kerja siswa), Products (Hasil karya), Projects (Penugasan), Performances (Unjuk kerja),

STRATEGI DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN DI TK

Posted by admin | Posted in Kurikulum | Posted on 26-07-2010

Strategi dan Pendekatan Pembelajaran

  • Strategi dan Pendekatan pembelajaran pada pendidikan TK dan RA dilakukan dengan berpedoman pada suatu program kegiatan yang telah disusun sehingga seluruh pembiasaan dan kemampuan dasar yang ada pada anak dapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya.

Metodik Pembelajaran di TK

  • Pengertian :

Cara menyajikan materi / bahan pengajaran kepada anak, sehingga anak dapat menanggapi, mengerti dan memahami.

Metode Pembelajaran Di TK

  1. Metode Bercerita

Adalah Cara bertutur kata dan menyampaikan cerita/ penerangan kepada anak secara lisan.

Metode bercerita biasanya diberikan pada waktu anak pulang dalam keadaan tenang.

Bentuk-bentuk bercerita :

Bercerita tanpa alat peraga

Bercerita dengan alat peraga :   Alat Peraga Langsung

Tak Langsung

Alat Peraga Tak Langsung Dapat Berupa :

  • Bercerita Dengan Benda-benda tiruan (benda dan warna sesuai dengan aslinya)
  • Bercerita menggunakan gambar (gambar lepas, gambar dalam buku, gambar seri 2 – 6 gambar)
  • Bercerita dengan menggunakan papan planel (potongan gambar yang ditempel di papan planel)
  • Membacakan Cerita (Story Reading)
  • Sandiwara boneka (1 boneka, 2 boneka, 3 boneka, dst)

2. Metode Bercakap-cakap

Adalah suatu cara mengajar dengan mempergunakan percakapan antara guru dan anak-anak, dengan mengupayakan anak aktif menyampaikan pendapatnya.

Bentuk Pelaksanaan Bercakap-cakap :

Bebas menurut pokok/tema, berdasarkan gambar seri.

Syarat gambar seri :

  1. Ukuran Gambar Cukup Besar Sehingga dapat dilihat oleh semua anak sampai ke rinciannya.
  2. Hubungan antara satu gambar dengan gambar berikutnya kelihatan jelas.
  3. Tiap gambar dapat menimbulkan rasa ingin tahu anak untuk mengetahui lanjutannya, hal ini dapat dilihat pada gambar berikutnya.
  4. Isi gambar menunjukkan suatu adegan yang jelas.
  5. Gambar jangan terlalu banyak “kiasan” (mengaburkan arti dan isi gambar)
  6. Gambar sebaiknya diberi warna yang hidup dan menarik serta sesuai dengan aslinya.

Metode Pembelajaran Di TK

3. Metode Tanya jawab

Dilaksanakan dengan memberi pertanyaan-pertanyaan yang merangsang anak untuk aktif berpikir.

Melalui pertanyaan guru, anak akan berusaha untuk memahami dan menentukan jawabannya.

Hal yang Perlu Diperhatikan :

  • Pertanyaan hendaknya ditujukan kepada semua anak,
  • Pertanyaan tidak keluar dari ruang lingkup bahan pengembangan yang telah diajarkan, sesuai dengan tema
  • Pertanyaan hendaknya mencakup dan mewakili tujuan yang hendak dicapai,
  • Guru hendaknya membimbing dan mengarahkan pengamatan atau pemikiran anak terhadap bahan pengembangan yang sedang dipelajari,
  • Pertanyaan diajukan ketika suasana kelas dalam keadaan tenang
  • Setiap jawaban anak hendaknya dihargai, kesalahan diperbaiki dengan bijaksana,
  • Keberanian anak untuk menjawab dibangkitkan,
  • Memberi contoh bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang baik,
  • Menawarkan jawaban kepada semua anak
  • Kalimat pertanyaan hendaknya sederhana, jelas dan singkat.

Metode Pemberian Tugas

Adalah : kegiatan belajar mengajar dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas yang telah disiapkan oleh guru.

Metode Karya Wisata

Adalah : kegiatan belajar mengajar dimana guru mengajak anak untuk mengunjungi secara langsung obyek-obyek sesuai dengan bahan pengembangan dan kemampuan yang sedang dibahas. Misalnya ; Lingkungan TK, pasar, musium, kantor Pos, dll

Tujuan :

1 .           Anak dapat melihat dan mengenal secara langsung lingkungan atau obyek-obyek yang dikunjungi secara langsung,

  1. Menambah perbendarahaan bahasa dan kecerdasan anak
  2. Memperoleh pengalaman langsung melalui pengamatan, menjawab pertanyaan guru tentang apa yang sudah dilihat, didengar dan dialaminya, memperoleh informasi melalui percakapan, Tanya jawab atau penjelasan di tempat yang dikunjungi,
  3. Menambah kecintaan terhadap lingkungan
  4. Memupuk kerjasama anatara anak didik

Pemilihan dan penggunaan metode karya wisata dilakukan apabila sasaran pengamatan tidak mungkin dilakukan di dalam kelas

Metode Pembelajaran Di TK

Metode Demontrasi

Suatu cara untuk mempertunjukkan atau memperagakan suatu obyek atau proses dari suatu kejadian atau peristiwa, Misalnya : menggunting, menempel, mencampur warna dan sebagainya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Menyiapkan alat-alat atau bahan.

Menjelaskan kepada anak tentang apa yang akan didemonstrasikan. Saat guru demontrasi, hendaknya anak-anak memperhatikan baru kemudian mengerjakan tugas untuk praktek.

Anak berdiskusi kemudian menjawab pertanyaan guru tentang hal-hal yang baru saja dipraktikkan.

Metode Sosiodrama

Adalah suatu cara memainkan peran dalam suatu cerita tertentu yang menuntut integrasi diantara para pemerannya. Peranan yang dimainkan diangkat dari kehidupan sehari-hari.

Manfaat :

Menyalurkan ekspresi anak dalam kegiatan yang menyenangkan

Mendorong aktivitas, inisiatif serta serta kreativitas untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan

Membantu anak untuk menghilangkan rasa rendah diri, murung, malu dan segan untuk tampil dihadapan teman lain

Metode Eksperimen

Adalah : mengajar dengan melakukan suatu percobaan dengan cara mengamati proses dan hasil percobaan itu.

Tujuan :

Menjelaskan tentang proses terjadinya sesuatu,

Memberikan pengalaman tentang terjadinya sesuatu,

Membuktikan tentang terjadinya sesuatu

Metode Bermain Peran

Adalah memerankan tokoh-tokoh atau benda-benda disekitar anak dengan tujuan untuk mengembangkan daya khayal dan penghayatan terhadap bahan pengembangan yang dilaksanakan.

Metode Proyek

Adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan alam sekitar dan kegiatan sehari-hari sebagai bahan pembahasan

Tujuan :

  • Membangun rasa keterikatan anak
  • Agar anak belajar dari sebuah kegiatan khusus
  • Mengembangkan konsep atau pengetahuan yang dapat dipelajari anak, antara lain kemampuan untuk mengamati dan mengklasifikasikan
  • Membuat anak tertarik dalam kegiatan pembelajaran. Mempunyai sikap yang baik.

PERMAINAN MEMBACA DAN MENULIS

Posted by admin | Posted in Kurikulum | Posted on 26-07-2010

Perkembangan bahasa dan motorik anak tk :

  • Kemampuan membaca ditentukan oleh perkembangan bahasa
  • Kemampuan menulis ditentukan oleh perkembangan motoriknya
  • Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi seseorang anak untuk mengungkapkan berbagai keinginan maupun kebutuhan

Perkembangan Kemampuan berbahasa anak usia 4 – 6 tahun ditandai oleh berbagai kemampuan sebagai berikut :

  1. Mampu menggunakan kata ganti saya dalam berkomunikasi
  2. Memiliki perbendaharaan kata kerja, kata sifat, kata keadaan, kata tanya, dan kata sambung
  3. Menunjukkan pengertian dan pemahaman tentang sesuatu
  4. Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan tindakan dengan menggunakan kalimat sederhana
  5. Mampu membaca dan mengungkapkan sesuatu melalui gambar

Tahapan perkembangan membaca

  1. Tahap Fantasi

Anak belajar menggunakan buku, membolak-balik buku dan membawa buku kesukaannya.

  1. Tahap Pembentukan Konsep Diri

Anak memandang dirinya sebagai pembaca, pura-pura membaca menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisannya.

  1. Tahap Membaca Gambar.

Anak dapat menemukan kata yang sudah dikenal, serta mengenal huruf abjad,

  1. Tahap Pengenalan Bacaan

Anak sudah tertarik pada bacaan, mulai mengingat dan mengenal tanda-tanda pada lingkungan membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan.

  1. Tahap membaca Lancar.

Anak dapat membaca berbagai jenis buku secara bebas

Dari Tahap 1 sampai dengan 5 Guru dan orangtua tetap membacakan berbagai jenis buku pada anak.

Guru membantu menyeleksi bahan bacaan yang sesuai perkembangan kemampuan membaca biasanya beriringan dengan kemampuan menulis yang banyak terkait dengan perkembangan motorik anak

Tahap perkembangan menulis

  • Menulis merupakan ekspresi / ungkapan bahasa lisan ke dalam suatu bentuk goresan / coretan
  1. Tahap Mencoret atau Membuat Goresan

ü      Anak mulai menggunakan alat tulisnya dengan membuat coretan-coretan anak

ü      Orangtua / guru memfasilitasi.

  1. Tahap Pengulangan Secara Lancar

Anak menelusuri bentuk tulisan yang mendatar atau garis tegak lurus.

3.Tahap Menulis Secara Random / Acak

ü      Anak belajar tentang berbagai bentuk yang dapat diterima sebagai suatu tulisan

ü      Anak – anak menghasilkan garis yang berisi pesan yang tidak terkait pada suatu bunyi dari berbagai kata.

4.Tahap berlatih huruf (menyebutkan huruf-huruf). Biasanya anak tertarik huruf-huruf yang membentuk nama mereka sendiri

  1. Tahap Menulis Tulisan Nama

Anak mulai menyusun hubungan antara tulisan dan bunyi, kadang-kadang menulis tulisan bersamaan dengan bunyinya.

Contoh : mereka menulis “Kamu” dengan tulisan “ U “

  1. Tahap menyalin kata-kata yang ada di lingkungan.

Anak-anak menyukai menyalin kata-kata yang terdapat pada poster didinding atau dari kantong kata sendiri.

  1. Tahap Menemukan Ejaan.

Anak usia 5 – 6 tahun ini telah menggunakan konsonan awal ( L untuk Love ).

Konsonan awal, tengah dan akhir untuk mewakili huruf (DNS) pada kata dinosaurus.

  1. Tahap Ejaan Sesuai Ucapan.

Anak mulai dapat mengeja suatu tulisan berupa kata-kata yang dikenalnya sesuai dengan ucapan yang didengarnya.

B. PENDEKATAN PERMAINAN MEMBACA DAN MENULIS DI TK.

  1. Pendekatan Permainan Membaca Melalui berbagai bentuk permainan dengan metode :

a. Sintesis dari huruf – huruf digabung menjadi kata Kata-kata digabung menjadi kalimat

Permainan membaca ini menggunakan gambar. Misal : mengenalkan huruf a : dengan gambar ayam, angsa, apel, dan sebagainya.

b. Metode Global secara keseluruhan (dengan kalimat) menggunakan kata suruhan.

Misal : ambil apel itu

(Mengurai : kalimat       kata      suku kata       huruf)

  1. Metode Whole Linguistic.

Permainan membaca menggunakan linguistic (bahasa ) anak secara keseluruhan.

Kemampuan anak melihat, mendengar dan mengkomunikasikan, membaca gambar dan tulisan yang menyertai

Contoh : Guru mengenalkan buah apel (lalu dibahas dengan anak)

2. Pendekatan Permainan Menulis.

Bisa dengan cara meraba atau menebalkan / mengarsir lukisan untuk melatih kelenturan tangan

3. Metode Permainan Membaca dan Menulis

a. Bercakap-cakap

b. Demontrasi ( Peragaan )

c. Resitasi (Penugasan )

d. Bercerita

1. Membacakan Cerita

2. Mengungkapkan Cerita

3. Bercerita dengan gambar seri

4. Bercerita dengan papan planel

5. Bercerita dengan sandiwara boneka

e. Bernyanyi

f. Mengucapkan Syair

g. Dramatisasi

h. Karya Wisata

C. Strategi pembelajaran membaca dan menulis

Peran lingkungan sangat menentukan yang perlu diperhatikan

  1. Menciptakan suasana kondusif, cocok serta memotivasi minat baca tulis anak
  2. Ruang didalam/diluar nyaman, aman, menyenangkan
  3. Ruang gerak cukup, meja, kursi tidak memenuhi ruangan
  4. Bisa dilakukan dilantai
  5. Rak bisa sebagai penyekat
  6. Papan pajangan harus ada diruangan

D. Identivikasi kemampuan permainan membaca dan menulis

  1. Permainan membaca

Permainan membaca meliputi kemampuan mendengar, melihat dan memahami berbicara dan membaca gambar.

  1. Kemampuan mendengar (kesanggupan anak menangkap isi pesan dari orang lain secara benar.

1. Menirukan kembali 2 – 4 urutan kata / angka

2. Mengikuti beberapa perintah secara berurutan

3. Menggunakan dan dapat menjawab

4. Menjawab pertanyaan tentang cerita pendek 5 – 6 kalimat yang sudah di ceritakan guru

5. Mendengar cerita dan menceritakan kembali secara sederhana

6. Melengkapi kalimat sederhana yang sudah dimulai guru

7. Melanjutkan cerita / sajak sederhana yang sudah dimulai guru

8. Mengenal bunyi huruf akhir dan kata-kata yang berarti, misal : Aku, Malam, Ayam dan sebagainya

9. Menyebutkan berbagai bunyi / suara tertentu

b. Kemampuan Melihat dan Memahami (kesanggupan anak melihat benda atau peristiwa serta memahami hal-hal yang berkaitan dengan benda atau peristiwa yang dilihat)

  1. Menunjuk, menyebut dan memperagakan gerakan-gerakan sederhana, misal ; duduk, jongkok, dan sebagainya.
  2. Bercerita tentang kejadian disekitarnya secara sederhana
  3. Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri 4 – 6 gambar

.       4. Menyebut sebanyak-banyaknya nama benda, binatang dan tanaman yang mempunyai bentuk, warna atau menurut ciri-ciri tertentu

  • Menyebut sebanyak-banyaknya kegunaan dari suatu benda
  • Menceritakan gambar yang telah disediakan
  • Bercerita tentang gambar yang telah dibuat sendiri
  • Mengenal kata-kata yang menunjukkan posisi : diluar, dan sebagainya.
  • Menghubungkan gambar / benda dengan kata
  • Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbol yangmelambangkannya

c. Kemampuan Berbicara (Bekomunikasi)

Kemampuan anak untuk berkomunikasi secara lisan dengan orang lain

  1. Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa, berapa, dimana, mengapa
  2. Bicara lancar dengan kalimat sederhana
  3. Bercerita tentang kejadian disekitarnya secara sederhana
  4. Bercerita dengan kata ganti “Aku, Saya”
  1. Memberikan keterangan / informasi tentang sesuatu hal
  2. Memberi batasan tentang kata / benda Memberi batasan tentang kata / benda
  1. Melanjutkan cerita / sajak sederhana yang sudah dimulai
  2. Menyanyikan beberapa lagu anak-anak
  3. Mengucapkan beberapa sajak sederhana
  1. Membaca Gambar

2. Permainan Menulis : Meliputi Persiapan menulis dan bentuk tulisan

a. Persiapan menulis

Adalah kegiatan atau kesanggupan yang melatih motorik anak :

1. Meronce dengan merjan / manik-manik

2. Mencipta sesuatu dengan mencocok,

menggunting dan merobek kertas

3. Menggambar

4.  Mewarnai bentuk gambar sederhana

5.  Menyusun menara lebih dari delapan kubus.

6.  Menjahit

7.  Menggunting

8.  Melipat kertas

9.  Mengayam

10. Permainan warna

11. Mencetak, membatik

b. Bentuk Tulisan

1.  Mencoret

a. Menarik garis

b. Menggambar bentuk silang (geometri)

c. Melukis

d. Permainan warna

2.  Tulisan Horisontal

3.  Menulis Acak

4.  Menulis Nama Bilangan

a. Mencontoh angka 1 – 10

b. Menulis angka 1 – 10

PERAN IGTKI – PGRI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN TAMAN KANAK – KANAK

Posted by admin | Posted in Kurikulum | Posted on 26-07-2010

Pengurus Provinsi Igtki – Pgri

Jawa Tengah

  1. MENGINGAT :

1)      U U. No, 20 Tahun 23 Pasal 28.

2)      Hakekat Pendidikan.                                                                                           Pendidikan : Menjadikan Manausia Seutuhnya, Yaitu Manusia Yang Menguasai Ilmu Dan Pengetahuan, Teknologi, Beriman Dan Taqwa, Berakal Dan Bernalar Serta Berbudaya.

3)      Masa Kanak – Kanak.                                                                                        Munculnya Potensi / Kemampuan / Masa Peka.

4)      Kecerdasan Anak 80 %  Terbentuk Pada Anak Usia Dini

5)      Anak Usia Dini Belajar Menggunakan Gerak, Melalui Bermain.

Siapa Yang Menangani   ? Terutama Guru Tk

Wadah Organisasi Profesi Guru Tk Adalah : IGTKI – PGRI

II. PERAN IGTKI – PGRI.

Secara vertikal

Kepada pemerintah.

  1. Pendekatan kepada pemerintah provinsi  jawa tengah : mendapatkan bantuan dana, apbd lewat :

1. Biro kesra.

untuk lomba, meliputi bidang olahraga dan seni.

2. Dana apbd. Lewat dinas p dan k provinsi jawa tengah untuk penataran.

b.           Mengusulkan kepada pemerintah.

1. Guru tk. Swasta agar ditambah honoraiumnya

2. Guru tk. Yang melanjutkan study mendapatkan bea siswa

3. Guru bantu bisa diangkat menjadi pns.

Secara  horisontal

Kerja sama dengan.

  1. GOPTKI

ü      Honor guru tk swasta = umr daerah masing-masing

ü      Pada waktu pensiun diberi pesangon

ü      Penyelenggara / yayasan agar memberikan bea siswa bagi guru tk yang melanjutkan study

ü      Pengangkatan kepala tk yang profesional dan sesuaiu standar

2. BKOW.           Badan kerjasama organisasi wanita.
Yang didapat :  – ketrampilan merangkai bunga
- ketrampilan membuat baki lamaran
- mengikuti seminar

3. RRI.  Kegiatan mengisi siaran ( dialog )

4. TVRI.  Siaran agar tidak dikenai biaya

5. Deparetemen agama

- untuk menjadi juri lomba mtq.

- mengisi siraman rochani pada acara tertentu

Iii. Kegiatan igtki yang akan datang.

A. Porseni

5 april 2008. Porseni tingkat provinsi
yang dilombakan : olah raga dan seni
olahraga.
1.  Senam irama
2.  Gerak dan lagu
3.  Bermain sambil bernyanyi

seni =                1. Bercerita tanpa alat peraga
2. Sandiwara bonega
3. Mencipta dan membaca puisi
4. Finger painting
5. Kolase
6. M t q.

B. Penataran
guru tk 150 orang pada bulan mei 2008

C. Porseni nasional.
Bulan oktober 2008 ( tanggal 31 oktober – 2 november 2008 )peserta 100 guru tk + panitia.

Cabang yang dilombakan :

olahraga

v      Senam irama

v      Senam fantasi bentuk cerita

v      Gerak dan lagu

v      Bermain sambil bernyanyi

v      Permainan anak ciptaan guru

Seni

v      Bercerita dengan alat peraga

v      Bercerita tanpa alat peraga

v      Sandiwara boneka

v      Cipta dan membaca puisi

v      Mencipta dan menyanyikan lagu anak

v      M t q

v      Tari kreasi baru

v      Menyanyi duet

v      Koloase

v      Finger painting

v      Pembuatan alat peraga pembelajaran

Pembelajaran Tematik di TK

Posted by admin | Posted in Kurikulum | Posted on 26-07-2010

Pembelajaran tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang pengembangan untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak.

Tema sebagai alat/sarana atau wadah untuk mengenalkan berbagai konsep pada anak. Tema diberikan dengan tujuan :

–        Menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh.

–        Memperkaya perbendaharaan kata anak

–        Pemilihan tema dalam kegiatan pembelajaran hendaknya dikembangkan dari hal-hal yang paling dekat dengan anak, sederhana, serta menarik minat anak.

–        mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas.

–        memudahkan anak untuk memusatkan perhatian pada satu tema.

–        Anak dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai bidang pengembangan.

–        Pemahaman terhadap materi lebih mendalam dan berkesan.

–        Kompetensi berbahasa dapat berkembang lebih baik.

–        Belajar terasa bermanfaat dan bermakna

–        Anak lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, misal : bertanya, bercerita dan sebagainya.

–        Dapat menghemat waktu karena bidang pengembangan disajikan terpadu.

Penentuan Tema

  1. Dimulai dari yang dekat dengan anak sampai yang jauh.
  2. Dari yang kongkrit ke abstrak
  3. Tema-tema Pembelajaran di TK

(Tema pada PKB TK 1994 ada 20 & Kurikulum 2004/KBK ada 11 tema)

METODE, PENGELOLAAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

Posted by admin | Posted in Kurikulum | Posted on 26-07-2010

Disampaikan Oleh  :

Suliyem, A.Ma. Pd.

Ketua Umum IGTKI – PGRI

Jawa Tengah

  1. A. METODE PEMBELAJARAN DI TK
    1. METODE BERCERITA
    2. METODE BECAKAP-CAKAP :
      1. i.      BERCAKAP-CAKAP BEBAS
      2. ii.      BERCAKAP-CAKAP MENURUT TEMA
      3. iii.      BERCAKAP-CAKAP BERDASARKAN GAMBAR SERI

3. METODE TANYA JAWAB

4. METODE KARYA WISATA

5. METODE DEMONTRASI

6. METODE SOSIODRAMA ATAU

BERMAIN PERAN

7. METODE EKSPERIMEN

8. METODE PROYEK

9. METODE PEMBERIAN TUGAS

B.  PENGELOLAAN  PEMBELAJARAN DI TK.

  1. PENGATURAN  RUANG KELAS YANG HARUS DIPERHATIKAN.

a. Susunan meja kursi anak bersifat fleksibel dan dapat  berubah-ubah.

b. Pada waktu mengikuti kegiatan anak tidak selalu  duduk di kursi, tetapi bisa duduk di karpet / di tikar

c. Penyediaan alat bermain / sumber belajar harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan

d. Pengelompokkan meja disesuaikan dengan kebutuhan sehingga cukup ruang gerak bagi anak

didik

  1. PENGORGANISASIAN ANAK DIDIK KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG DIRENCANAKAN OLEH GURU SEHARI-HARI DAPAT DILAKSANAKAN DALAM BENTUK :

a.  KEGIATAN KLASIKAL

( Kegiatan awal dan kegiatan akhir)

b.  KEGIATAN KELOMPOK

Dalam satu satuan waktu tertentu terdapat beberapa kelompok anak yang melakukan kegiatan yang berbeda ( kegiatan inti )

c.   KEGIATAN INDIVIDUAL

Setiap anak dimungkinkan memilih kegiatan sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing

3. PENGATURAN ALAT / SUMBER BELAJAR DIBEDAKAN MENJADI :  2  KELOMPOK

A.  Alat / Sumber Belajar didalam ruangan / kelas.
Alat / Sumber Belajar diatur sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan di TK.

a.    Pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman

b.    Pembelajaran kelompok dengan sudut-sudut kegiatan.

q      Sudut Keluarga

q      Sudut Alam Sekitar dan Pengetahuan

q      Sudut Pembangunan

q      Sudut Kebudayaan

q      Sudut Ketutahan

c.    Pembelajaran Berdasarkan Minat

q      Pembelajaran berdasarkan minat menggunakan 10 area, yaitu area  : Agama, Balok, Bahasa, Drama, Matematika, IPA, Musik, Seni / Motorik Halus, Pasir dan Air, Membaca dan Menulis.

B. Alat / Sumber Belajar di luar ruangan /kelas hendaknya memenuhi  kebutuhan anak untuk memupuk perkembangan motorik, intelektual, sosial dan emosional.

Jenis alat / Sumber Belajar diluar antara lain :

v      Jungkitan, ayunan, papan peluncur, papan titian, bak pasir, bak air, bola besar, bola kecil, kebun / tanaman, kandang dan binatang piaraan.

C. MODEL PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK.

Model pembelajaran adalah pola yang digunakan Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam rangka membantu anak mencapai hasil belajar tertentu.

Ada 2 model yang biasa dipakai di TK.

1. Model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman dan sudut-sudut kegiatan

2. Model pembelajaran berdasarkan minat

  1. 1. MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK

v      Langkah-langkah menyusun kegiatan model pembelajaran kelompok dengan pengaman.

  1. Kegiatan awal + 30 menit ( klasikal )

ü      Berbaris, berdoa, salam.

ü      Membicarakan tema / sub tema (bahasa)

ü      Melakukan kegiatan fisik / motorik, dapat dilakukan diluar / didalam ruangan kelas (Fisik / Motorik)

2. Kegiatan Inti + 60 menit (individual / kelompok)

  • Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan anak secara klasikal, misal :

Kelompok I : Meniru membuat garis lengkung (F/M)

Kelompok II : Menggambar bebas dengan krayon (Seni)

Kelompok III : Eksperimen membuat air teh manis (Kognitif)

  • Anak dapat memilih kegiatan yang disukai pada hari itu walaupun berpindah duduknya ke kelompok lain, dengan catatan kelompok lain ada tempat yang kosong.
  • Anak tidak diharuskan menyelesaikan 3 kelompok sesuai dengan program guru
  • Apabila anak hanya mengerjakan 1 atau 2 tugas kelompok dapat dibenarkan, tetapi guru diharuskan memotivasi.
  • Perpindahan anak disetiap kelompok tidak diharuskan berputar arah jarum jam.
  • Waktu tidak dibatasi 20 menit (sesuai kebutuhan anak)

3. Istirahat / Makan + 30 menit.
*  Bermain, mencuci tangan, makan (berdoa sebelum dan sesudah makan)

4. Kegiatan akhir + menit (klasikal)

ü      Menyebut urutan bilangan 1 – 5  (kognitif)

ü      Bertepuk tangan dengan 3 pola (seni)

ü      Diskusi tentang kegiatan satu hari

ü      Berdoa, salam, pulang.

Langkah-langkah menyusun kegiatan model pembelajaran kelompok dengan sudutt-sudut keiatan

  1. Kegiatan awal sama dengan pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman.
  2. Kegiatan Inti juga hampir sama.

q      Anak dapat memilih kegiatan yang disukai pada hari itu

q      Anak bebas mengerjakan tugasnya dan duduk di kelompok atau di sudut yang disukai

q      Apabila anak tidak mau mengerjakan tugas guru dan  memilih bermain di sudut yang disukainya, diperbolehkan, namun guru harus tetap memotivasi anak yang diprogramkan guru

q      Perpindahan anak yang sesuai dengan keinginan nya

q      Pada waktu kegiatan berlangsung guru tidak berada di satu kelompok saja. Tetapi guru memberi bimbingan kepada anak yang menemukan kesulitan

3. Istirahat juga sama

4. Kegiatan akhir sama

2. MODEL PEMBELAJARAN  BERDASARKAN MINAT

Model Pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk memilih kegiatan sesuai dengan minatnya

Prinsipnya :

  • Individualisasi pengalaman pembelajaran bagi setiap anak.
  • Membantu anak untuk membuat pilihan-pilihan melalui kegiatan dan pusat kegiatan.
  • Peran serta keluarga

PEMBELAJARAN BERDASARKAN MINAT MENGGUNAKAN 10 AREA DALAM SATU HARI DAPAT DIBUKA MINIMAL 4 AREA

l       Langkah-langkah menyusun kegiatan model pembelajaran berdasarkan minat.

Kegiatan awal + 30 menit (klasikal)

q      Berbaris, berdoa, salam

q      Bercerita tentang pengalaman (3-4 anak) setiap hari dan setiap satu anak bercerita, 3 atau 4 anak bertanya tentang cerita anak tersebut

q      Membicarakan tema / sub tema

q      Melakukan kegiatan fisik / motorik, dapat dilakukan diluar atau didalam kelas

2. KegiatanInti + 60 menit (individual di Area)

q      Sebelum melaksanakan kegiatan inti, guru membicarakan tugas-tugas di area yang diprogramkan pada hari itu.

q      Area yang dibuka setiap hari minimal 4 – 5 sesuai indikator yang akan dicapai / dikembangkan

q      Guru menjelaskan kegiatan-kegiatan didalam area yang diprogramkan :

Area : Berhitung / Matematika

Pemberian tugas membilang dan

menyebut urutan bilangan 1 – 5

Area : Seni / Motorik

Menggambar bebas dengan krayon

Area : IPA

Eksperimen membuat air teh manis

Area : Balok

Menciptakan satu bangunan dari

balok

q      Anak dibebaskan memilih area mana yang disukai walaupun area itu tidak dibuka sesuai program guru

q      Anak dapat pindah sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru

q      Apabila anak tidak mau melakukan kegiatan di 4 – 5 area yang diprogramkan, guru diharuskan memotivasi anak tersebut agar mau melakukan kegiatan

q      Guru  dapat melayani anak dengan membawakan tugasnya ke area yang sedang diminati

q      Guru dapat memberikan penilaian dengan memakai alat penilaian yang telah ditentukan

q      Guru membagi jumlah anak dikelas ke masing-masing area yang diprogramkan (misal : 4 – 5 Area)

q      Bagi kegiatan yang memerlukan pemahaman atau membahayakan, dan pengamatan langsung, maka jumlah anak dibatasi agar guru dapat memperhatikan lebih mendalam proses dan hasil yang dicapai dapat lebih maksimal tanpa mengabaikan anak yang ada di area lain.

q      Orangtua / keluarga dapat dilibatkan untuk berpartisipasi membantu guru pada waktu kegiatan pembelajaran

q      Orangtua / keluarga dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan anak.

3. Istirahat (sama dengan model kelompok)

4. Kegiatan akhir + 30 menit (klasikal)

ü      Bertepuk tangan dengan 2 pola (seni)

ü      Diskusi tentang kegiatan satu hari

ü      Bercerita dari guru

ü      Menyanyi, doa, pulang.

Catatan.

  1. Area pasir dan air diletakkan didekat pintu agar kalau air tumpah atau pasir tercecer mudah dibersihkan dan tidak tercecer keseluruh ruang
  2. Area balok dan area matematika diletakkan berdekatan agar peralatan di area balok dapat dipinjam dan dimanfaatkan oleh anak didik di area matematika
  3. Tempat pertemuan pagi bisa diletakkan di tengah jika ruang kelas sedang (tidak luas). Jika ruang kelas cukup luas pertemuan pagi diletakkan di tepi supaya anak bisa konsentrasi.
  4. Area seni, motorik diberi ruang yang cukup luas agar anak bisa beraktivitas cukup leluasa dalam mengembangkan motorik halusnya

KURIKULUM TK

Posted by admin | Posted in Kurikulum | Posted on 26-07-2010

  1. RASIONAL
  • Anak usia 4 – 6 tahun adalah anak usia prasekolah
  • Seluruh aspek dikembangkan
  • Merupakan masa peka bagi anak
  • Untuk mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, disiplin, kemandirian, seni, moral dan nilai-nilai agama
  • Upaya pengembangan melalui bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain
  • Dengan bermain anak memiliki kesempatan untuk berekplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi, belajar secara menyenangkan
  • Maka kurikulum yang dikembangkan, disusun berdasarkan karakteristik anak dalam rangka mengembangkan seluruh potensi anak
  1. PENGERTIAN

Kurikulum : merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Kompetensi dicapai secara tuntas.

Kompetensi Dasar : merupakan pengembangan potensi – potensi perkembangan pada anak yang diwujudkan dalam berfikir, bertindak sesuai usia anak. Berupa pengetahuan, keterangan, sikap dan nilai-nilai yang dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikator

è    Hasil belajar : merupakan cerminan kemampuan yang dicapai dari satuan tahapan pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar.

è    Indikator merupakan hasil belajar yang lebih spesipik dan teratur dalam satu kompetensi dasar. Apabila serangkaian indikator dalam satu kompetensi dasar sudah tercapai, berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi

  1. FUNGSI DAN TUJUAN
  2. Fungsi : Pendidikan TK dan RA.

a. Mengenalkan peraturan dan menanamkan

disiplin pada anak

b. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar

c. Menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik

d. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi

dan bersosialisasi

e. Mengembangkan ketrampilan, kreativitas

dan kemampuan yang dimiliki anak

f. Menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan

dasar

  1. TUJUAN

Membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik fisik dan psikis, meliputi : moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik / motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar

  1. RUANG LINGKUP

MELIPUTI ASPEK PENGEMBANGAN

u     MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA

u     SOSIAL, EMOSIONAL dan KEMANDIRIAN

u     KEMAMPUAN BERBAHASA

u     KOGNITIF

u     FISIK / MOTORIK

u     SENI

Untuk menghindari tumpang tindih semua aspek perkembangan dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh mencakup :

è    Bidang pengembangan pembentukan perilaku melalui pembiasaan ( moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian).

è    Bidang pengembangan kemampuan dasar.

]      KEMAMPUAN BERBAHASA.

Tujuan ; mengungkapkan pikiran melalui bahasa sederhana secara tepat, berkomunikasi secara efektif, membangkitkan minat untuk berbahasa Indonesia

]      KOGNITIF.

Memecahkan masalah, memiliki pengetahuan tentang ruang, waktu, , memilah, mengelompokkan dan berpikir teliti.

]      FISIK / MOTORIK.

Mengenal kasar dan halus, cara hidup sehat.

]      SENI.

Anak mencipta sesuai berdasar hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan, menghargai hasil karya yang kreatif.

  1. Standar Kompetensi Lintas kurikulum

KLK : Merupakan kompetensi kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat, serta kecakapan hidup yang diperlukan anak untuk mencapai seluruh potensi dalam kehidupan. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang dibakukan yang harus dicapai oleh anak melalui pengalaman belajarnya

STANDART KOMPETENSI INI MELIPUTI :

  1. Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan agama yang dianut.
  2. Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi serta untuk berinteraksi dengan orang lain.
  3. Memilih, memadukan dan menerapkan konsep-konsep dan teknik-teknik, pola, struktur dan hubungan.
  4. Memilih, mencari dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber.
  5. Memahami dan menghargai dunia fisik, makluk hidup dan teknologi serta menggunakan pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.
  6. Berpartisipasi, berinteraksi dan berperan aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya, geografis dan historis.
  7. Berkreasi dan menghargai karya  artistik, budaya dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat yang beradab.
  8. Berpikir logis, kritis dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
  9. Menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri dan bekerjasama dengan orang lain.

F. STANDAR KOMPETENSI LINTAS  KURIKULUM

F     Standar Kompetensi yang diharapkan dari pendidikan TK dan RA adalah tercapainya tugas-tugas perkembangan secara optimal sesuai standar yang dirumuskan.

G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN  DAN PENILAIAN

  1. PENDEKATAN PEMBELAJARAN.

Harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak yaitu :

v      Kebutuhan fisik dan psikologis terpenuhi

v      Siklus belajar anak selalu berkurang

v      Ada interaksi sosial dengan orang dewasa dan anak-anak lain.

v      Minat dan keingintahuan anak akan memotivasi belajarnya,

v      Perkembangan dan belajar anak memperhatikan perbedaan individu.

  1. Berorientasi pada kebutuhan anak.
  1. Bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain.
  2. Menggunakan pendekatan tematik
  3. Kreatif dan inovatif
  4. Lingkungan kondusif
  5. Mengembangkan kecakapan hidup.

2.  PENILAIAN.

Dengan cara pengamatan dan pencatatan anekdot.

  • Pengamatan dilakukan untuk mengamati perkembangan dan sikap / tingkah laku anak sehari-hari secara terus menerus.
  • Anekdot ; merupakan kumpulan catatan tingkah laku anak dalam situasi tertentu

ALAT PENILAIAN

  1. Porto Folio ; yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan sejauhmana ketrampilan anak berkembang
  2. Unjuk Kerja (performance) ; merupakan penilaian yang menuntut anak untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang bisa diamati. Misal : menyanyi, olahraga, dan sebagainya.
  3. Penugasan (project) ; merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu relatif lama dalam pengerjaannya. Misal ; percobaan menanam biji.
  4. Hasil Karya (product) ; merupakan hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan.

RAMBU-RAMBU

  1. Kurikulum untuk TK dan RA merupakan pedoman bagi para pendidik, orang tua, guru, orang dewasa lain untuk digunakan dalam rangka menstimulasi perkembangan anak. Kurikulum  harus dipahami secara keseluruhan, bukan bagian-demi bagian.
  2. Kurikulum ini merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan, dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah.
  3. Pelaksanaan dari kurikulum ini harus diusahakan untuk mencapai kompetensi sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
  4. Kompetensi yang disiapkan merupakan kompetensi minimal. Pendidik dapat memberikan pengayaan sejauh tidak membebani anak dan/atau jika anak telah menunjukkan keberhasilan.
  5. Pendidik menciptakan suasana yang penuh perhatian dan kasih sayang sehingga anak mulai mengembangkan rasa percaya pada dirinya sendiri, teman dan orang lain serta dapat bersosialisasi baik dalam keluarga, kelompok maupun lingkungannya.

u     Pelaksanaan kurikulum  disesuaikan dengan kondisi daerah.

u     TK yang mempunyai kekhasan bisa menambah materi kegiatan, asal sesuai dengan tujuan pendidikan, dan tidak menyimpang dari akidah salah satu agama.

u     Dalam pelaksanaan pembelajaran perlu memperhatikan prinsip-prinsip pendekatan pembelajaran dan penilaian.